Senin, 02 November 2015

Tips Mencegah Bayi Menggigit Puting Saat Menyusu


Tiap ibu menyusui pasti memiliki tantangan tersendiri dalam setiap tahapan menyusui. Tidak sedikit ibu menyusui yang putingnya pernah lecet atau cedera akibat digigit oleh si Kecil. Hal ini biasanya terjadi saat si Kecil mulai tumbuh gigi. Gusinya merasa gatal, ngilu atau nyeri dan mengigit adalah cara untuk mengurangi ketidaknyamanan itu. Rasa perih pada puting yang disebabkan gigitan si Kecil pun dapat membuat ibu trauma untuk menyusui. Jangan sampai Anda merasakannya karena kebiasaan mengigit pada bayi ini dapat diatasi. Memberikan pemahaman pada bayi untuk tidak menggigit puting saat menyusu dengan cara tepat bisa meningkatkan hubungan emosional antara ibu menyusui dan bayi.

Berikut ini adalah beberapa tips mencegah puting ibu menyusui tergigit oleh bayi yang disusui.
  • Pastikan posisi menyusui yang benar, Pastikan perlekatan yang baik saat si Kecil menyusu. Usahakan mulut bayi benar-benar terbuka lebar, lalu segera masukkan aerola ke dalam mulutnya.
  • Susui ketika si Kecil mau dan benar-benar lapar, Jangan paksa si Kecil untuk menyusu karena biasanya dia akan mengigit puting Anda sebagai bentuk keterpaksaannya atau menganggap puting sebagai mainannya.
  • Berikan perhatian penuh pada si Kecil, Lakukan kontak mata dengan si kecil saat Anda menyusuinya. Selain itu, Anda bisa membacakan dongeng saat dia menyusu.
  • Pilih tempat yang nyaman dan tenang untuk menyusui, Tempat yang tenang dan nyaman untuk menyusui membuat si Kecil konsentrasi untuk menyusu tanpa mengigit puting. Sebaliknya, tempat yang ramai akan membuat si Kecil menoleh ke sumber suara tanpa melepaskan puting.
  • Akhiri menyusui dengan lembut, Si Kecil biasanya akan mengigit di saat akhir menyusu. Karena itu, tarik perlahan puting Anda saat sedotan si Kecil melemah pertanda dia akan selesai menyusu.
  • Memberikan benda untuk digigit, Berikan wortel dingin atau pisang beku yang sudah dikupas untuk digigit jika si Kecil menunjukkan kebiasaan mengigit.
Jika si Kecil sudah sering mengigit maka lakukan beberapa tips di bawah ini :
  • Berikan respon tidak suka pada si Kecil, Saat si Kecil mengigit puting, bicaralah untuk melarangnya mengigit lagi, seperti menasehatinya dengan kalimat, “Jangan gigit lagi ya, Sayang”. Bicaralah terus ketika dia mengigit lagi. Dia pun akan mengerti. Selain itu, Anda juga bisa menatap si Kecil dengan sorot mata tidak suka. Niscaya si Kecil pun juga akan mengerti.
  • Berikan pelukan dan ciuman, Ketika si Kecil mengigit, segera peluk, dekap erat, dan ciumi dia. Lakukan hal ini hingga dia melepaskan puting.
  • Pencet hidung, Memencet hidung beberapa detik saat si kecil mengigit puting bisa Anda coba lakukan.
  • Selipkan ujung jari kelingking, Segera selipkan ujung jari kelingking di samping mulut si Kecil hingga dia melepaskan puting.
  • Bersikap tetap tenang, Usahakan untuk tetap tenang, jangan berteriak saat puting Anda digigit oleh si Kecil. Suara teriakan Anda akan membuat dia terkejut dan justru akan menguatkan gigitannya lagi.

Itulah beberapa tips mencegah puting ibu menyusui tergigit bayi saat menyusu. Jika puting payudara ibu pernah tergigit, janganlah berputus asa. Usahakan untuk tetap menyusui bayi, karena pemberian asi eksklusif sangat penting bagi tumbuh kembang bayi. 
Smoga bermanfaat

Kamis, 29 Oktober 2015

MPASI pertama untuk si 6 bulan

 Setelah si kecil mendapatkan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, tiba saatnya ia mendapatkan makanan tambahan atau yang akrab disebut makanan pendamping ASI (MPASI). Sayangnya, tak semua ibu memahami hal ini. Bahkan, ada yang sudah memberi makanan pendamping ASI saat usia si kecil belum genap 6 bulan. Alasan pemberian makanan pendamping di usia 6 bulan ini, yakni pada usia tersebut kebutuhan gizi bayi semakin meningkat dan ASI sudah tidak bisa mencukupi semua kebutuhan nutrisinya. Selain itu, di usianya yang 6 bulan ini, si kecil juga sudah memiliki pencernaan yang lebih siap untuk mencerna makanan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Membuatkan MPASI buatan sendiri sering membuat ibu merasa repot. Ibu harus mengurus si kecil, memasak untuk keluarga, menyelesaikan pekerjaan rumah, dan ditambah kini harus menyediakan makanan MPASI untuk si kecil. Makanan bayi yang sehat dan aman adalah makanan yang Anda buat sendiri dengan memilih bahan-bahan yang baik, serta dengan pengolahan dan cara penyimpanan yang benar. Begitu pula untuk makanan pertama bayi – sebaiknya Anda mebuatnya sendiri. Jika ibu tidak pintar mengatur waktu dan memilih resep MPASI yang mudah dan cepat disajikan untuk si kecil memang terasa merepotkan. Memang, makanan yang bisa disajikan untuk si kecil tak bisa sembarangan. Ibu harus memilih bahan makanan yang sesuai, pengolahan yang benar, hingga porsinya pun harus diperhatikan. Meskipun begitu, ibu tak perlu menyerah untuk memberikan MPASI rumahan bagi si kecil. Banyak kok, makanan pendamping yang mudah dan cepat dibuat, bahkan nilai gizinya tak diragukan lagi.
Beberapa resep pure di bawah ini bisa ibu coba. Resep pure ini cukup sederhana, bahannya mudah didapatkan dan cara penyajiannya pun cepat dan mudah.

Pure Pepaya
Bahan :
-150 gram pepaya ( cuci, kupas kulit, potong-potong )
0 75 cc asi perah/ susu formula
Cara membuat:
- Siapkan blender. Masukkan potongan pepaya yang telah dikupas kulitnya dan dicuci hingga bersih. Tambahkan asi perah atau susu formula.
- Blender sampai halus sekitar 3 menit. Matikan blender.
- Tuang ke dalam gelas atau tempat makan si kecil.

*Dapat disajikan untuk 2 kali makan.

Pure Pear + Pisang
Bahan:
- 50 gr buah pir (kupas kulitnya, cuci, potong-potong)
- 50 gr pisang sunpride
- 50 cc asi perah atau susu formula
Cara membuat:
- Kukus buah pir hingga lunak, kira-kira 10 menit. Angkat lalu sisihkan.
- Siapkan blender dan blender buah pir bersama asi perah atau susu formula sampai halus. Tuang ke dalam tempat makan si kecil.
- Siapkan wadah, kerok pisang sunpride dengan sendok sampai halus.
- Campurkan pisang bersama buah pir ke dalam wadah. Sajikan.

*Dapat disajikan untuk 2 kali makan.

Pure Kacang Hijau
Bahan:
- 2 sdm kacang hijau (cuci sampai bersih)
- 200 cc air
- 50 cc asi perah atau susu formula
Cara membuat:
- Siapkan panci, rebus kacang hijau kurang lebih 20 menit dengan api sedang. Angkat.
- Haluskan kacang hijau namun jangan diblender. Selanjutnya, saring supaya kulitnya tidak ikut termakan.
- Tambahkan air rebusan kacang hijau dan asi perah atau susu formula supaya encer dan siap dimakan si kecil.

*Bisa disajikan untuk 1 kali makan.


Pure Apel
1 Buah apel merah yg manis icip dulu lalu kukus
100 cc asip/air
caranya: saring apel kukus campur dgn asip atau air

Mashed Potato with Apple Pure
1 buah kentang kukus
1/2 buah apel kukus
150 cc asip/air
caranya: blender semua bahan campur dgn asip/ air matang

Bubur Susu Ubi Ungu
100 gr ubi ungu kupas kukus
100 cc air matang
50 cc asip(asi perah)
caranya: haluskan ubi kukus lalu campur dengan air dan siram asip

Bubur Susu Beras Merah
1 sdm tepung beras merah organik aku pke gasol
100 cc air matang
100 cc asip
caranya: masak tepung beras dengan air aduk hingga tercampur dan mengental setelah masak campur dengan asip

Pure Jagung Manis
1 buah jagung ambil pipilnya lalu rebus
100 cc asip/air matang
caranya:blender semua bahan

Pure Alpukat
1 buah Alpukat
100cc asip/ air matang
caranya : saring halus alpukat, lalu campur dengan asip


Bubur Susu Labu Kuning / Labu Siam
50 gram Labu kuning / labu siam rebus
75 cc asip / susu formula
2 sdm tepung beras
caranya: rebus labu kuning, tambah air matang yang sdh di aduk dengan tepung beras hingga matang, blender sampai halus. Tambahkan asip



Slamat masak ya Bunda !


Rabu, 28 Oktober 2015

Faktor - Faktor yang harus dipertimbangkan saat memilih sekolah untuk Anak

Halo bunda dan ayah,
Dalam blog ini , saya sebagai orang tua, ingin berbagi pengalaman dalam memilih sekolah, mungkin dapat sebagai masukkan bagi Anda sebagai orang tua atau sebagai bacaan sekilas ringan.

Dalam menentukan sekolah, kita sebagai orang tua , diharapkan dapat melihat dan memilih apa yang terbaik untuk si kecil, bukan berarti semua harus nomor satu ya. Paling Utama Anak harus happy. Otak anak hanya akan bisa menerima pelajaran jika anak senang. Jika anak tidak senang atau tidak merasa nyaman, maka akan seperti ada gerbang yang tertutup sehingga apa pun yang diberikan kepada anak tidak akan masuk optimal"

Faktor-faktor yang harus diperhatikan orang tua dalam memilih sekolah antara lain:

  • Kurikulum ( Kualitas Belajar ), Saat ini sudah banyak sekolah-sekolah yang menambah kurikulum selain yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan, kurikulum yang sudah ada itu biasanya ditambah dengan pelajaran bahasa asing dan komputer yang sekarang umum terdapat di sekolah-sekolah dasar. Hal ini juga menjadi nilai tambah bagi sekolah karena dengan belajar bahasa asing sejak dini (Inggris atau mandarin yang umum dipelajari) maka orang tua berharap anaknya dapat mengerti arti dan percakapan dalam bahasa asing. Selain itu adanya pelajaran komputer juga menjadi pilihan agar anak dapat mengerti tekhnologi dan kemajuan. Tetapi Mohon orang tua juga memperhatikan disini, Apakah sekolah dalam memberikan pelajaran akan membebani anak ? Apakah kurikulum yang di berikan sekolah sesuai dengan visi dan misi Anda sebagai orang tua
  • Guru-guru / para pengajar, Orang tua juga harus mengetahui bagaimana kualitas para pendidik di sekolah itu, apakah berpengalaman, tetapi saat ini sudah banyak guru yang lulusan sarjana pendidikan sehingga mereka juga mempunyai kemampuan untuk mengajar lebih baik. Selain itu guru berkepribadian baik, profesionalisme dan dapat berkomunikasi yang baik dengan anak juga menjadi pilihan karena nantinya para guru-guru itu yang mengajar dan mendidik anak disekolah.
  • Sarana dan prasarana yang ada disekolah, Dengan adanya sarana dan prasarana yang lengkap dan baik disekolah juga akan memperlancar kegiatan belajar anak sehingga dapat mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan anak.
  • Lingkungan sekolah, Sekolah yang berada disekitar lingkungan yang baik dan aman akan memberikan kenyamanan pada anak dalam kegiatan belajar, oleh sebab itu faktor lingkungan juga harus menjadi pertimbangan para orang tua dalam memilih sekolah.
  • Pertimbangan Ekonomi, Selain pertimbangan fisik umumnya orang tua akan mempertimbangkan masalah ekonomi. Hal ini antara lain mencakup uang sekolah atau SPP, sumbangan-sumbangan gedung sekolah, buku-buku, serta kegiatan-kegiatan lainnya. Terkait dengan lokasinya, tentu kalau lokasinya lebih dekat dengan tempat tinggal sang anak, asumsinya ongkos sehari-harinya pun akan lebih ringan.
  • Memiliki reputasi dan nama baik, Dengan reputasi dan nama baik sekolah yang terjaga maka makin banyak orang tua yang akan memilih sekolah itu karena mengetahui kualitas guru dan para lulusannya yang berhasil mendapat nilai-nilai yang baik untuk dapat melanjutkan pendidikannya di sekolah pilihan.
Selamat memilih sekolah, semoga hal-hal yang tertulis diatas dapat menjadi tambahan pertimbangan para orang tua dalam memilih sekolah yang baik untuk anak.